http://jurnal.poltekgo.ac.id/index.php/jag/issue/feedJurnal Abdimas Gorontalo (JAG)2026-06-08T08:20:10+00:00Hendrik Rahimhendrikr2001@gmail.comOpen Journal Systems<div style="text-align: Justify;">Jurnal Abdimas Gorontalo adalah jurnal ilmiah tentang diseminasi hasil-hasil penelitian yang dilanjutkan dengan pengabdian masyarakat, dalam bidang rekayasa teknologi pengolahan pangan dan pakan, rekayasa mesin peralatan pertanian dan rekayasa bidang telematika. Terbit pertama kali pada tahun 2018 dengan frekuensi dua kali setahun pada bulan Mei dan November dan terbit secara online</div>http://jurnal.poltekgo.ac.id/index.php/jag/article/view/1528KEAMANAN PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN (PSAT) BERBASIS SEKOLAH: ANALISIS LABORATORIUM KUALITATIF DAN PROGRAM EDUKASI DAN PENGAWASAN DI SMPN KABUPATEN GARUT2026-05-30T10:22:06+00:00Anita khairunnisaanitakhairunnisaa@gmail.comBeti Yogiartinibetiyogiartini@gmail.comMuhammad Imam Algazalimuhammadimamalgazali@gmail.comShelly Oktavianishellyoktaviani@gmail.com<p><span class="fontstyle0">Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) merupakan isu penting dalam kesehatan masyarakat karena rentan terhadap kontaminasi kimia, biologis, maupun fisik sepanjang rantai distribusi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining kualitatif PSAT di pasar tradisional Kabupaten Garut sebagai upaya deteksi dini, serta meningkatkan literasi keamanan pangan di kalangan siswa SMP melalui pendekatan edukasi partisipatif berbasis sekolah. Sebanyak 15 sampel PSAT (sayuran, buah, dan beras) diuji menggunakan </span><span class="fontstyle2">rapid test kit</span><span class="fontstyle0">, sementara 290 siswa dari empat SMP negeri mengikuti sesi </span><span class="fontstyle2">microlearning </span><span class="fontstyle0">selama 60 menit yang dipadukan dengan demonstrasi praktik aman, disertai </span><span class="fontstyle2">pretest </span><span class="fontstyle0">dan </span><span class="fontstyle2">posttest</span><span class="fontstyle0">. Hasil surveilans menunjukkan bahwa 93,3% sampel negatif terhadap parameter bahaya prioritas, dengan satu sampel buah impor (6,7%) terindikasi positif formalin dan memerlukan konfirmasi laboratorium. Pada aspek edukasi, skor rata-rata pengetahuan siswa meningkat dari 67,75 menjadi 82,75 (selisih 15 poin; </span><span class="fontstyle2">p </span><span class="fontstyle0">= 0,0138; </span><span class="fontstyle2">Cohen’s d </span><span class="fontstyle0">= 2,60). Selain peningkatan pengetahuan, terbentuk pula kader keamanan pangan sekolah yang berperan dalam menyebarkan informasi terkait dengan keamanan pangan. Program ini membuktikan bahwa Intervensi ini efektif meningkatkan literasi keamanan pangan dan pengawasan partisipatif sekolah, yang sejalan dengan pendekatan one health melalui integrasi edukasi siswa dan deteksi dini kontaminan pada rantai pasok pangan.</span> </p>2026-05-29T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poltekgo.ac.id/index.php/jag/article/view/1589PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN FERMENTASI BIJI KOPI MENGGUNAKAN STARTER SACCHAROMYCES CEREVISIAE KOMERSIAL DI DESA REMBANG, BANYUWANGI2026-05-30T10:24:36+00:00Yuvita Lira Vesti Aristayuvita.arista@lecturer.itk.ac.idJonio Dos Santoskaduak68@gmail.comAmalia Nur KumalaningrumAmalia.nur@lecturer.itk.ac.idMichael Alexander Hutabaratmichael.hutabarat@lecturer.itk.ac.idSri Handayani Nofiyantihandayani.nofiyanti27@gmail.com<p>Kopi merupakan komoditas yang mendominasi dari hasil perkebunan di Desa Rembang, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Ketersediaan kopi yang melimpah belum diimbangi dengan kemampuan penanganan pascapanen yang baik sehingga menghasilkan kopi dengan mutu rendah dan menyumbang terjadinya postharvest losses yang dapat menutunkan pendapatan petani. Oleh sebab itu perlu dilakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan terkait penanganan kopi. Mitra pengabdian merupakan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Desa Rembang yang terdiri atas 15 orang. Tahap awal yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian merupakan kegiatan observasi lapang guna mengetahui permasalahan yang sedang dihadapai dan menggali potensi pengembanagan produk hortikultura di Kawasan tersebut. Tahap kedua merupakan persiapan alat dan bahan penunjang kegiatan pengabdian, sedangkan tahap ketiga merupakan pelatihan dan pendampingan proses pengolahan kopi cherry menjadi kopi beras melalui proses fermentasi basah. Tahap terakhir merupakan diskusi yang bertujuan untuk mengulas kembali terkait tahap proses penanganan pascapanen dan pengolahan biji kopi hingga menjadi kopi beras (biji kopi yang sudah siap sangrai) yang dirasa kurang jelas serta evaluasi guna mengetahui taraf keberhasilan program pengabdian. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa keseluruhan peserta mampu memahami materi pelatihan yang diberikan, yang di buktikan dari perolehan skor hasil evaluasi, dimana keseluruhan peserta mampu melampaui nilai minimum yaitu sebesar 60</p>2026-05-29T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poltekgo.ac.id/index.php/jag/article/view/1591PELATIHAN PENGEMASAN PUPUK BERBASIS LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TANKOS) SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN WIRAUSAHA KELOMPOK TANI LANGGAM2026-05-30T10:25:06+00:00Nuraini Rahmadnurainirahmad.na@gmail.comWidya Lailawidyalaila@gmail.comRiri Nasirlyririnasirly@gmail.comFadli Arsifadliarsi@gmail.comSiti Dinar Rezki Ramadhanisitidinarrezkiramadhani@gmail.comWinda Hermanwindaherman@gmail.comTengku Indira Larasatitengkuindiralarasati@gmail.comRohatul Qolbyrohatulqolby@gmail.com<p>Limbah tandan kosong menjadi limbah padat yang paling banyak dihasilkan dalam proses pengolahan kelapa sawit. Limbah tandan kosong sampai saat ini masih belum optimal dan masih menjadi permasalahan pada saat peremajaan perkebunan sawit. Oleh karena itu, sebagai upaya untuk mengurangi jumlah buangan limbah sawit tersebut dapat dilakukan dengan melakukan konversi limbah tersebut menjadi produk yang bernilai jual, ramah lingkungan dan memberikan manfaat bagi petani sawit. Limbah tankos dapat berpotensi besar untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik bernilai ekonomi. Akan tetapi, karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam aspek pengemasan dan pemasaran menyebabkan produk pupuk organik tankos belum memiliki daya saing dan nilai jual yang optimal. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam berwirausaha bagi Kelompok Tani Langgam melalui pelatihan pengemasan dan pemasaran pupuk berbasis limbah tankos. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan praktik pelaksanaan pengemasan pupuk yang menarik, serta pendampingan dalam penentuan ukuran kemasan dan membuat desain label kemasan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam melakukan pengemasan pupuk tankos yang menarik dan bernilai jual. Selain itu, para peserta mulai memahami pentingnya kemasan sebagai strategi pemasaran untuk pengembangan usaha berbasis pertanian yang berkelanjutan.</p>2026-05-29T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poltekgo.ac.id/index.php/jag/article/view/1595REVITALISASI TAMAN TOGA BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DI RT 49 KELURAHAN GUNUNG SARI ILIR KOTA BALIKPAPAN2026-05-30T10:25:37+00:00Michael Alexander Hutabaratmichael.hutabarat@lecturer.itk.ac.idYuvita Lira Vesti Aristayuvita.arista@lecturer.itk.ac.idHarrys Samosirharrys.samosir@lecturer.itk.ac.id<br> Revitalisasi Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan kesehatan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di RT 49 Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kota Balikpapan, sebagai respons terhadap kondisi taman TOGA yang kurang terawat dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya. Program ini bertujuan untuk merevitalisasi taman melalui pendekatan partisipatif sehingga dapat berfungsi kembali sebagai ruang hijau produktif dan edukatif. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah melalui observasi dan diskusi kelompok (FGD), perbaikan fisik taman, penanaman tanaman obat, serta edukasi dan pendampingan masyarakat. Evaluasi dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan keterlibatan aktif 25 warga (13 remaja dan 12 dewasa) dalam proses revitalisasi. Intervensi fisik meliputi pengecatan dua pagar panjang, pembuatan dua mural, serta penanaman delapan jenis tanaman obat, yaitu jahe, kunyit, lengkuas, sereh, kumis kucing, kencur, daun sirih, dan bawang dayak, dimana disetiap tanaman dilengkapi dengan papan nama edukatif. Revitalisasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas visual dan fungsi ekologis taman, tetapi juga memperkuat partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan TOGA sebagai sumber obat keluarga. Dengan demikian, pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan taman berbasis potensi lokal.2026-05-29T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poltekgo.ac.id/index.php/jag/article/view/1597SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI GERAKAN KAMPUS HIJAU MELALUI OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH MENUJU ZERO WASTE CAMPUS2026-05-29T02:16:15+00:00A. Nur Farahdiba Suriadiandinurfarahdibaa@gmail.comUmmu Farah Fadillahummufarahfadillah@gmail.comRiarahmadani Riarahmadaniriarahmadani@gmail.comNurul Fathanahnurulfathanah@gmail.comNur Afni Azisnurafniazis@gmail.comAndi Marlisa Bossa Samangandimarlisabossasamang@gmail.com<br> Salah satu tantangan lingkungan yang paling mendesak saat ini adalah pengelolaan sampah, pertumbuhan populasi dan meningkatnya aktivitas manusia menyebabkan volume sampah terus dan berdasarkan data Kementrian Lingkungan Hidup dan kehutanan, menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan sampah sekitar 18,5 juta ton setiap tahun dan sekitar 30% di antaranya belum tertangani secara optimal. Kondisi ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan seperti, udara, air, tanah, yang berdampak pada Kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang terencana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa Universitas Sulawesi Barat mengenai pentingnya pemilahan sampah sebagai langkah awal dalam pengelolaan sampah berkelanjutan di lingkungan kampus. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan empat tahapan, yaitu pre-test, penyampaian materi, praktik pemilahan sampah, dan post-test. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif dan partisipatif dengan melibatkan peserta secara aktif melalui diskusi, demonstrasi, serta praktik langsung. Pengukuran tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan dilakukan dengan menggunakan skala data Likert. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan nilai rata-rata peserta dari 81,51 pada pre-test menjadi 93,78 pada post-test. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan yang dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.2026-05-29T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poltekgo.ac.id/index.php/jag/article/view/1602PENINGKATAN KESIAPAN MAHASISWA MENGHADAPI DUNIA KERJA MELALUI PENGUATAN RESILIENCE DAN POLA PIKIR ADAPTIF2026-05-30T10:27:08+00:00Siti Dinar Rezki Ramadhanisiti.dinar123@gmail.comRiri Nasirlyririnasirly@gmail.comTengku Indira Larasatitengkuindiralarasati@gmail.comRafael Butar Butarrafaelbutarbutar@gmail.com<p>Ketidaksiapan kerja lulusan perguruan tinggi masih menjadi tantangan di Indonesia seiring pesatnya perubahan dunia kerja akibat disrupsi teknologi, otomatisasi, dan ketidakpastian global. Kondisi ini menuntut mahasiswa dan siswa/siswi memiliki <em>resilience</em> dan <em>agile mindset</em> selain kompetensi akademik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman, ketahanan diri, pola pikir adaptif, dan kesiapan kerja melalui capacity building bertema <em>“AGILE YOU: How to Thrive in a Fast-Changing World”</em>. Metode pelaksanaan meliputi seminar, pelatihan interaktif, diskusi reflektif, serta <em>sharing session</em> bersama alumni dan praktisi dunia kerja dengan melibatkan 88 peserta dari mahasiswa ITP2I dan siswa/i Pangkalan Kerinci. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman sebesar 85%, sikap adaptif sebesar 95%, dan kesiapan mental serta profesional sebesar 80%. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan capacity building efektif dalam memperkuat <em>resilience</em> dan <em>agile mindset</em> serta mendukung peran institusi pendidikan dalam menyiapkan individu yang adaptif dan siap berkembang di lingkungan profesional.</p>2026-05-29T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poltekgo.ac.id/index.php/jag/article/view/1596PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PANGKALAN PANDUK MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN NANAS MENJADI SELAI DAN GUMMY BEAR BERNILAI TAMBAH2026-05-30T10:24:00+00:00Iffadhiya Fathin Adibaadiba@itp2i-yap.ac.idFachri Ibrahim Nasutionfachriibrahimnasution@gmail.comWimpy Prendikawimpyprendika@gmail.comArief Fazlul Rahmanarieffazlulrahman@gmail.comReiza Mutia ARreizamutiaar@gmail.comHesti Yuliantihestiyulianti@gmail.comCecilya Silalahicecilyasilalahi@gmail.comSindi Haryatisindiharyati@gmail.comBajora Justisiabajorajustisia@gmail.com<p>Desa Pangkalan Panduk merupakan salah satu sentra produksi nanas di Kabupaten Pelalawan dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah sepanjang tahun. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah rendahnya nilai tambah nanas akibat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pengolahan pascapanen, sehingga sebagian hasil panen tidak terserap pasar dan berpotensi mengalami kerusakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan pengolahan nanas menjadi produk bernilai tambah berupa selai dan permen kenyal (<em>gummy bear</em>). Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, yang ditandai dengan kemampuan menghasilkan produk selai dan <em>gummy bear</em> dengan mutu sensori yang baik dan potensi ekonomi untuk dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Kegiatan ini berkontribusi pada pengurangan kehilangan hasil pascapanen, peningkatan nilai tambah komoditas lokal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa berbasis potensi sumber daya setempat.</p>2026-05-29T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poltekgo.ac.id/index.php/jag/article/view/1599PEMANFAATAN JAMUR MERANG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI DAGING AYAM PADA PEMBUATAN DIMSUM2026-05-30T10:28:14+00:00Hesti Yuliantihestiyulianti2307@gmail.comArief Fazlul Rahmanarieffazlulrahman@itp2i-yap.ac.idFachri Ibrahim Nasutionfnasution62@gmail.comIffadhiya Fathin Adibaadiba@itp2i-yap.ac.idWimpy Prendikawimpyprendika@itp2i-yap.ac.idWinda HermanWinda@itp2i-yap.ac.idNadilla Alifia Safminadillaalifia16@gmail.com<br> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah jamur merang sebagai bahan alternatif pengganti daging ayam dalam pembuatan dimsum. Jamur merang diketahui memiliki nilai gizi yang baik, rendah lemak dan kolesterol, serta berpotensi sebagai sumber protein nabati. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup penyuluhan, diskusi, dan praktik langsung pembuatan dimsum berbahan dasar jamur merang. Hasil kegiatan menunjukkan 60% peserta merasa puas terhadap pelaksanaan pelatihan dengan tema pemanfaatan jamur merang sebagai pengganti daging ayam pada pembuatan dimsum, 90% peserta menyatakan kemudahan dalam pemahaman materi yang diberikan, 90% peserta merasa waktu yang diberikan saat pelatihan cukup , 85% peserta menyatakan memperoleh peningkatan pengetahuan setelah pelaksanaan kegiatan pelatihan pengabdian, 100% peserta menunjukkan minat berwirausaha, 80% peserta menilai pelatihan sangat bermanfaat dan 85% menyatakan bahwa pelatihan sangat membatu masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mendorong diversifikasi pangan sekaligus pengembangan usaha berbasis potensi sumber daya lokal.2026-05-29T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##http://jurnal.poltekgo.ac.id/index.php/jag/article/view/1618WORKSHOP PEMBUATAN ALAT PEMIPIL JAGUNG DI DESA PAMBOBORANG2026-06-08T08:20:10+00:00Vania Canisa Basmavaniacanisabasma@gmail.comSyahmidarni Al Islamiyahsyahmi1801@gmail.comAndi Marlisa Bossa Samangandimarlisabossasamang@gmail.comJefreanto Jefreantojefreanto@gmail.comRandi Randirandi@gmail.comFirman Firmanfirman@gmail.comHaerul Haerulhaerul@gmail.comPranil Banyuresapranilbanyuresa@gmail.comAldi Rahmataldirahmat@gmail.comIrfandi Wahidirfandiwahid@gmail.comM. Sandimsandi@gmail.com<p>roses penanganan pascapanen jagung oleh petani di Desa Pamboborang hanya berbekal peralatan yang masih sederhana, terutama proses pemipilan masih manual atau tanpa menggunakan alat sehingga prosesnya cukup menyulitkan dan lama. Belum adanya alat pemipil dikarenakan ketidakmampuan petani jagung membeli mesin pemipil jagung otomatis di pasaran. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian ini tim akan memberikan workshop. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan dan meningkatkan pengetahuan, dan keterampilan petani jagung dalam membuat dan menggunakan alat pemipil jagung yang terjangkau, sehingga proses pemipilan lebih mudah dan cepat. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dimulai dengan tahap observasi, persiapan, pelaksanaan (pemaparan materi dan demonstrasi), dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dari 30% menjadi 70%, keterampilan membuat alat pemipil dari 15% menjadi 70%, dan keterampilan menggunakan alat pemipil dari 15% menjadi 80%. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mempercepat proses pemipilan sehingga produktivitas petani meningkat secara signifikan. Peningkatan persentase ini menandakan kegiatan pengabdian berhasil mencapai target capaian.</p>2026-05-29T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##