PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN FERMENTASI BIJI KOPI MENGGUNAKAN STARTER SACCHAROMYCES CEREVISIAE KOMERSIAL DI DESA REMBANG, BANYUWANGI
Abstract
Kopi merupakan komoditas yang mendominasi dari hasil perkebunan di Desa Rembang, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Ketersediaan kopi yang melimpah belum diimbangi dengan kemampuan penanganan pascapanen yang baik sehingga menghasilkan kopi dengan mutu rendah dan menyumbang terjadinya postharvest losses yang dapat menutunkan pendapatan petani. Oleh sebab itu perlu dilakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan terkait penanganan kopi. Mitra pengabdian merupakan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Desa Rembang yang terdiri atas 15 orang. Tahap awal yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian merupakan kegiatan observasi lapang guna mengetahui permasalahan yang sedang dihadapai dan menggali potensi pengembanagan produk hortikultura di Kawasan tersebut. Tahap kedua merupakan persiapan alat dan bahan penunjang kegiatan pengabdian, sedangkan tahap ketiga merupakan pelatihan dan pendampingan proses pengolahan kopi cherry menjadi kopi beras melalui proses fermentasi basah. Tahap terakhir merupakan diskusi yang bertujuan untuk mengulas kembali terkait tahap proses penanganan pascapanen dan pengolahan biji kopi hingga menjadi kopi beras (biji kopi yang sudah siap sangrai) yang dirasa kurang jelas serta evaluasi guna mengetahui taraf keberhasilan program pengabdian. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa keseluruhan peserta mampu memahami materi pelatihan yang diberikan, yang di buktikan dari perolehan skor hasil evaluasi, dimana keseluruhan peserta mampu melampaui nilai minimum yaitu sebesar 60
References
Elhalis, H., Cox, J., Zhao, J., & Huang, J. (2020). The crucial role of yeasts in the wet fermentation of coffee beans and quality. International Journal of Food Microbiology, 333, 108796. https://doi.org/10.1016/j.ijfoodmicro.2020.108796
Evangelista, S. R., Silva, C. F., Miguel, M. G. C. P., Cordeiro, C. S., Pinheiro, A. C. M., Duarte, W. F., & Schwan, R. F. (2014). Improvement of coffee beverage quality by using selected yeasts strains during the fermentation in dry and wet processing. Food Research International, 61, 183–195.
Hadipernata, M., Thahjohutomo R., Agustinisari, I., Rahayu E. (2011). Teknologi Proses dan Keamanan Pangan Kopi.
Illy, A., & Viani, R. (2005). Espresso coffee: The science of quality (2nd ed.). London: Elsevier Academic Press.
Larassati D.P., Maria E.K., Subeki., Dewi S., Suhariyono A.S. (2021). Efek fermentasi basah menggunakan kultur Saccharomyces Cerevisiae terhadap sifat kimia dan sensori kopi robusta (Coffea canephora). Jurnal Teknik Pertanian Lampung. 10 (4): 449-458.
Lin, C.C. (2010). Approach of improving coffee industry in Taiwan promote quality of coffee bean by fermentation. The Journal of International Management Studies. 5(1): 154–159.
Larassati P.D., Erna K.M., & Sartika, D. (2021). Efek Fermentasi Basah Menggunakan Kultur Saccharomyces cerevisiae Terhadap Sifat Kimia dan Sensori Kopi Robusta (Coffea canephora) Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 10(4):449–458. https://doi.org/10.23960/jtep-l.v10.i4.449-458.
Saputra, A.P.A., Baco, A.R., Asyik, N. (2019). Fermentasi ragi tapai (Saccharomycess cerevisiae) terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik produk kopi bubuk robusta (Coffea coraphora). Jurnal Sains dan Teknologi Pangan. 4(6): 2555–2566.
Silva, C. F., Schwan, R. F., Dias, E. S., & Wheals, A. E. (2008). Microbial diversity during maturation and natural processing of coffee cherries of Coffea arabica in Brazil. International Journal of Food Microbiology, 60, 251–260.
Surianti, S., Harahap, T., Pulungan, N. A., Ritonga, T., Studi, P., Pancasila, P., Kn, D., Pendidikan, I., & Selatan, T. (2020). Pemberdayaan kelompok petani kopi ateng di desa gapuk tua kecamatan marancar Kabupaten Tapanuli Selatan. Jurnal Education and development. 8 (4): 633-637
Yusianto., Widyotomo S. (2013). Optimasi proses fermentasi biji kopi arabika dalam fermentor terkendali. Jurnal Pelita Perkebunan. 29: 53–68.
Widyotomo, S., & Mulato, S. (2016). Penanganan pascapanen kopi dan pengaruhnya terhadap mutu dan citarasa. Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, 28, 1–9.


