WORKSHOP PEMBUATAN ALAT PEMIPIL JAGUNG DI DESA PAMBOBORANG

  • Vania Canisa Basma Universitas Sulawesi Barat
  • Syahmidarni Al Islamiyah Universitas Sulawesi Barat
  • Andi Marlisa Bossa Samang Universitas Sulawesi Barat
  • Jefreanto Jefreanto Universitas Sulawesi Barat
  • Randi Randi Universitas Sulawesi Barat
  • Firman Firman Universitas Sulawesi Barat
  • Haerul Haerul Universitas Sulawesi Barat
  • Pranil Banyuresa Universitas Sulawesi Barat
  • Aldi Rahmat Universitas Sulawesi Barat
  • Irfandi Wahid Universitas Sulawesi Barat
  • M. Sandi Universitas Sulawesi Barat
Keywords: workshop, alat pemipil, jagung, petani, Desa Pamboborang

Abstract

roses penanganan pascapanen jagung oleh petani di Desa Pamboborang hanya berbekal peralatan yang masih sederhana, terutama proses pemipilan masih manual atau tanpa menggunakan alat sehingga prosesnya cukup menyulitkan dan lama. Belum adanya alat pemipil dikarenakan ketidakmampuan petani jagung membeli mesin pemipil jagung otomatis di pasaran. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian ini tim akan memberikan workshop. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan dan meningkatkan pengetahuan, dan keterampilan petani jagung dalam membuat dan menggunakan alat pemipil jagung yang terjangkau, sehingga proses pemipilan lebih mudah dan cepat. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dimulai dengan tahap observasi, persiapan, pelaksanaan (pemaparan materi dan demonstrasi), dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dari 30% menjadi 70%, keterampilan membuat alat pemipil dari 15% menjadi 70%, dan keterampilan menggunakan alat pemipil dari 15% menjadi 80%. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mempercepat proses pemipilan sehingga produktivitas petani meningkat secara signifikan. Peningkatan persentase ini menandakan kegiatan pengabdian berhasil mencapai target capaian.

References

Al Islamiyah, S., Samang, A. M. B., & Basma, V. C. (2024). Workshop pengolahan tepung pati jagung sebagai upaya peningkatan potensi desa pamboborang. Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), 7(2), 35-39.

Darari, Muhammad Bariqi. (2018). Pelatihan pada hakikatnya adalah proses pembelajaran.Jurnal Studi Manajemen dan Bisnis. hlm. 64-69

Endah, K. (2020). Pemberdayaan masyarakat: Menggali potensi lokal desa. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(1), 135-143.

Erwin, T. et al. (2013). Pengaruh modal sosial terhadap perilaku kewirausahaan; Suatu studi pada pelaku usaha mikro kecil menengah di Kecamatan Kabaruan Kabupaten Kepulauan Talaud. Jurnal Acta Diurna, 2(2), 1-10.

Koto, A.G. (2017). Pelatihan Dasar-Dasar Pemetaan Bagi Staf Desa Se-Kecamatan Botumoito Kab. Boalemo. Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Semarang, 30 September 2017

Minarni, E. W., Utami, D. S., & Prihatiningsih, N. (2017). Pemberdayaan kelompok wanita tani melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan dengan budidaya sayuran organik dataran rendah berbasis kearifan lokal dan berkelanjutan. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), 1(2), 147-154.

Nizar, S., & Hasibuan, Z. E. (2011). Hadis Tarbawi: Membangun Kerangka Pendidikan Ideal Perspektif Rasulullah. Jakarta: Kalam Mulia.

Pringgenies, D., Yudiati, E., Nuraeni, R. A. T., & Susilo, E. S. (2017). Pemberdayaan kelompok wanita nelayan pesisir pantai dengan aplikasi teknologi pewarna alam limbah mangrove jadi batik di Mangkang Kecamatan Tugu Semarang. Panrita Abdi-Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 1(2), 83-89.

Riniwati, H. (2016). Manajemen sumberdaya manusia: Aktivitas utama dan pengembangan SDM. Universitas Brawijaya Press.

Ulfasari, N., & Khairi, A. (2024). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Bercocok Tanam Dengan Model Cafarella. Journal Of Lifelong Learning, 7(2), 88-97.

Published
2026-05-29