PENGARUH UKURAN BAHAN BAKAR TONGKOL JAGUNG TERHADAP PERFORMA KOMPOR GASIFIKASI BIOMASSA TIPE FORCED DRAFT
Main Article Content
Abstract
Tingkat penggunaan biomassa di indonesia cukup tinggi yang digunakan pada sektor rumah
tangga misalnya untuk keperluan memasak. Namun masyarakat umumnya menggunakan biomassa
dengan cara dibakar secara langsung. Sehingga metode pembakaran yang dihasilkan kurang efesien
dan tidak ramah lingkungan. Maka dari itu, sejak dahulu kompor gasifikasi biomassa telah dibuat dan
tingkat pengembangannya sampai dengan sekarang ini. Berbagai desain dan model telah banyak
dikembangkan untuk mengkonversi biomassa sebagai sumber energi alternatif untuk menghasilkan
kinerja yang lebih baik. Namun rancangan kompor gasifikasi yang sudah ada tersebut masih memiliki
berbagai kendala antara lain proses gasifikasi yang belum optimal dan kualitas pembakaran yang
rendah. Sasaran penelitian ini adalah fabrikasi kompor gasifikasi biomassa tipe forced draft
menggunakan blower sebagai udara primer untuk skala laboratorium. Gasifikasi biomassa menarik
untuk dikembangkan mengingat propinsi Gorontalo telah menetapkan pertanian sebagai program
unggulan yang berbasis jagung. Saat ini limbah hasil pertanian berupa tongkol jagung yang melimpah
tersebut tidak dimanfaatkan dan hanya dibakar secara langsung oleh masyarakatnya. Terutama
masyarakat yang tinggal dipemukiman pelosok desa bahkan daerah terisolir sehingga dipastikan
bahwa jangkauan suplai energi listik dari PLN tidak terdapat pada daerah tersebut. Oleh karena itu,
Teknologi kompor gasifikasi yang dapat mengkonversi biomassa menjadi energi panas yang hemat
energi dan ramah lingkungan sebagai solusi yang tepat untuk diperkenalkan kepada pemerintah
daerah maupun komunitas masyarakat yang ada.
Tujuan Penelitian ini adalah rancang bangun dan fabrikasi kompor biomassa dengan bahan baku
tongkol jagung. Hasil fabrikasi telah diuji kinerjanya dengan variasi ukuran bahan bakar yaitu 1; 2
dan 3 cm masing-masing dengan jumlah bahan bakar 2 kg. Metode yang digunakan adalah water
boiling test (WBT) terhadap 3 liter air. Berdasarkan pengujian didapatkan hasil berupa start-up
tercepat terjadi pada menit ke 5 dan waktu terlama pada menit ke 7, komsumsi bahan bakar yang
dihasilkan berturut-turut 0,75 kg/h; 1.7 kg/h dan 2.6 kg/h. Power output yang didapatkan adalah
terendah sebesar 0.53 kWh dan tertinggi sebesar 1.89 kWh. Sedangkan efesiensi termal kompor
gasifikasi dihasilkan sebesar 23.7%